Selasa, 11 Agustus 2020

JASA PENGANGKUTAN SAMPAH RUMAH TANGGA KHUSUS AREA KOTA KENDARI

 JASA PENGANGKUTAN SAMPAH RUMAH TANGGA KHUSUS AREA KOTA KENDARI


Di era globalisasi ini persoalan lingkungan menjadi isu global (mendunia), setelah hampir semua elemen masyarakat menyadari akan bahaya yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan, Salah satu peyebab kerusakan adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh menumpuknya limbah yang dihasilkan oleh manusia.

Limbah adalah segala sesuatu yang sudah tidak terpakai lagi sebagai barang produksi maupun konsumsi, yang jika langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menjadi beban bagi lingkungan

Contoh masalah pembuangan sampah disembarang tepat

Untuk itu, kami  menawarkan jasa pengangkutan khusus sampah rumah tangga setiap 2 hari sekali, adapun besarnya biaya iuran yang kmi tawarkan adalah sebesar Rp. 25.000- / Bulan setiap tanggal 1-5 awal bulan dan biaya yang anda keluarkan tersebut akan kami sumbangkan sebesar 5% setiap bulannya untuk saudara kita yang membutuhkan.



Informasi Berlangganan Hub. 0812 1023 0102 / Arul



Selasa, 29 April 2014

Cara Membuat Add In Terbilang Untuk Microsoft Excel 2007

Bagaimana membuat membuat Add In terbilang (menterjemahkan angka menjadi kata-kata ) pada Microsoft Excel 2007. Bagi anda yang sering membuat tanda terima pembayaran tentunya sering kali anda harus menterjemahkan angka-angka menjadi kata-kata, misal Rp. 1000,- diterjemahkan menjadi "Seribu Rupiah", tentu akan sangat melelahkan jika hal ini harus dikerjakan secara manual, dimana anda harus mengeja setiap angka pada transaksi anda untuk kemudian anda ketik. Tujuan Add In ini saya berharap akan bisa membantu mempermudah pekerjaan dalam membuat tanda terima dan mempersingkat proses.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Copy paste kode dibawah ini pada notepad ("Terbilang dengan akhiran rupiah" atau "Terbilangan tanpa akhiran rupiah")
2. Lalu Save As dengan akhiran "terbilang.xlam" dan taruh terserah anda, contoh c:/My Documents
3. Kemuadian buka excel 2007
4. Excel Option
5.Pilih tabs "Add-Ins", lalu "Go…".
6. Muncul kotak berikut tekan pada tombol "Browse"
7. Cari file yang anda simpan tadi (misal di c:/My Documents)
8. Klik tombol "Ok" lalu akan muncul kotak berikut :
9. Klik Ok lagi untuk menyeselaikan proses pemasangan Add-Ins
Sekarang kita check apakah fungsi tersebut berfungsi. Untuk memakainya anda perlu mengetahui formulanya. Misal angka yang hendak anda buatkan terbilangnya ada di cell "A1", maka formulanya adalah sebagai berikut :
=terbilang(A1,4,"Rupiah.")
Kode Terbilang dengan akhiran rupiah :

Attribute VB_Name = "Module1"
Option Explicit

Function Terbilang(ByVal MyNumber)
Dim Rupiah, Sen, Temp
Dim Des, Desimal, Count, Tmp
Dim IsNeg

ReDim Place(9) As String
Place(2) = "RIBU "
Place(3) = "JUTA "
Place(4) = "MILYAR "
Place(5) = "TRILYUN "

'Ubah angka menjadi string
MyNumber = Round(MyNumber, 2)
MyNumber = Trim(Str(MyNumber))

'Cek bilangan negatif
If Mid(MyNumber, 1, 1) = "-" Then
MyNumber = Right(MyNumber, Len(MyNumber) - 1)
IsNeg = True
End If

'Posisi desimal, 0 jika bil. bulat
Desimal = InStr(MyNumber, ".")
'Pembulatan sen, dua angka di belakang koma
Des = Mid(MyNumber, Desimal + 2)
If Desimal > 0 Then
Tmp = Left(Mid(MyNumber, Desimal + 1) & "00", 2)
If Left(Tmp, 1) = "0" Then
Tmp = Mid(Tmp, 2)
Sen = Satuan(Tmp)
Else
Sen = Puluhan(Tmp)
End If
MyNumber = Trim(Left(MyNumber, Desimal - 1))
End If

Count = 1
Do While MyNumber <> ""
Temp = Ratusan(Right(MyNumber, 3), Count)
If Temp <> "" Then Rupiah = Temp & Place(Count) & Rupiah
If Len(MyNumber) > 3 Then
MyNumber = Left(MyNumber, Len(MyNumber) - 3)
Else
MyNumber = ""
End If
Count = Count + 1
Loop

Select Case Rupiah
Case ""
Rupiah = "NOL RUPIAH"
Case Else
Rupiah = Rupiah & "RUPIAH"
End Select

Select Case Sen
Case ""
Sen = ""
Case Else
Sen = " DAN " & Sen & "SEN"
End Select

If IsNeg = True Then
Terbilang = "MINUS " & Rupiah & Sen
Else
Terbilang = Rupiah & Sen
End If

End Function


' Mengubah angka 100-999 menjadi teks *
Function Ratusan(ByVal MyNumber, Count)
Dim Result As String
Dim Tmp

If Val(MyNumber) = 0 Then Exit Function
MyNumber = Right("000" & MyNumber, 3)

'Mengubah seribu
If MyNumber = "001" And Count = 2 Then
Ratusan = "SE"
Exit Function
End If

'Mengubah ratusan
If Mid(MyNumber, 1, 1) <> "0" Then
If Mid(MyNumber, 1, 1) = "1" Then
Result = "SERATUS "
Else
Result = Satuan(Mid(MyNumber, 1, 1)) & "RATUS "
End If
End If

'Mengubah puluhan dan satuan
If Mid(MyNumber, 2, 1) <> "0" Then
Result = Result & Puluhan(Mid(MyNumber, 2))
Else
Result = Result & Satuan(Mid(MyNumber, 3))
End If

Ratusan = Result

End Function


'*******************
' Mengubah puluhan *
Function Puluhan(TeksPuluhan)
Dim Result As String

Result = ""
' nilai antara 10-19
If Val(Left(TeksPuluhan, 1)) = 1 Then
Select Case Val(TeksPuluhan)
Case 10: Result = "SEPULUH "
Case 11: Result = "SEBELAS "
Case Else
Result = Satuan(Mid(TeksPuluhan, 2)) & "BELAS "
End Select
' nilai antara 20-99
Else
Result = Satuan(Mid(TeksPuluhan, 1, 1)) _
& "PULUH "
Result = Result & Satuan(Right(TeksPuluhan, 1))
'satuan
End If
Puluhan = Result
End Function


'********************************
' Mengubah satuan menjadi teks. *
Function Satuan(Digit)
Select Case Val(Digit)
Case 1: Satuan = "SATU "
Case 2: Satuan = "DUA "
Case 3: Satuan = "TIGA "
Case 4: Satuan = "EMPAT "
Case 5: Satuan = "LIMA "
Case 6: Satuan = "ENAM "
Case 7: Satuan = "TUJUH "
Case 8: Satuan = "DELAPAN "
Case 9: Satuan = "SEMBILAN "
Case Else: Satuan = ""
End Select
End Function

Kode terbilang tanpa akhiran rupiah : 
Function Terbilang(ByVal MyNumber)
Dim Rupiah, Sen, Temp
Dim Des, Desimal, Count, Tmp
Dim IsNeg

ReDim Place(9) As String
Place(2) = "ribu "
Place(3) = "juta "
Place(4) = "milyar "
Place(5) = "trilyun "

'Ubah angka menjadi string
MyNumber = Round(MyNumber, 2)
MyNumber = Trim(Str(MyNumber))

'Cek bilangan negatif
If Mid(MyNumber, 1, 1) = "-" Then
MyNumber = Right(MyNumber, Len(MyNumber) - 1)
IsNeg = True
End If

'Posisi desimal, 0 jika bil. bulat
Desimal = InStr(MyNumber, ".")
'Pembulatan sen, dua angka di belakang koma
Des = Mid(MyNumber, Desimal + 2)
If Desimal > 0 Then
Tmp = Left(Mid(MyNumber, Desimal + 1) & "00", 2)
If Left(Tmp, 1) = "0" Then
Tmp = Mid(Tmp, 2)
Sen = Satuan(Tmp)
Else
Sen = Puluhan(Tmp)
End If
MyNumber = Trim(Left(MyNumber, Desimal - 1))
End If

Count = 1
Do While MyNumber <> ""
Temp = Ratusan(Right(MyNumber, 3), Count)
If Temp <> "" Then Rupiah = Temp & Place(Count) & Rupiah
If Len(MyNumber) > 3 Then
MyNumber = Left(MyNumber, Len(MyNumber) - 3)
Else
MyNumber = ""
End If
Count = Count + 1
Loop

Select Case Rupiah
Case ""
Rupiah = "nol rupiah"
Case Else
Rupiah = Rupiah & "rupiah"
End Select

Select Case Sen
Case ""
Sen = ""
Case Else
Sen = " dan " & Sen & "sen"
End Select

If IsNeg = True Then
Terbilang = "minus " & Rupiah & Sen
Else
Terbilang = Rupiah & Sen
End If

End Function


'**************************************
' Mengubah angka 100-999 menjadi teks *
'**************************************
Function Ratusan(ByVal MyNumber, Count)
Dim Result As String
Dim Tmp

If Val(MyNumber) = 0 Then Exit Function
MyNumber = Right("000" & MyNumber, 3)

'Mengubah seribu
If MyNumber = "001" And Count = 2 Then
Ratusan = "se"
Exit Function
End If

'Mengubah ratusan
If Mid(MyNumber, 1, 1) <> "0" Then
If Mid(MyNumber, 1, 1) = "1" Then
Result = "seratus "
Else
Result = Satuan(Mid(MyNumber, 1, 1)) & "ratus "
End If
End If

'Mengubah puluhan dan satuan
If Mid(MyNumber, 2, 1) <> "0" Then
Result = Result & Puluhan(Mid(MyNumber, 2))
Else
Result = Result & Satuan(Mid(MyNumber, 3))
End If

Ratusan = Result

End Function


'*******************
' Mengubah puluhan *
'*******************
Function Puluhan(TeksPuluhan)
Dim Result As String

Result = ""
' nilai antara 10-19
If Val(Left(TeksPuluhan, 1)) = 1 Then
Select Case Val(TeksPuluhan)
Case 10: Result = "sepuluh "
Case 11: Result = "sebelas "
Case Else
Result = Satuan(Mid(TeksPuluhan, 2)) & "belas "
End Select
' nilai antara 20-99
Else
Result = Satuan(Mid(TeksPuluhan, 1, 1)) _
& "puluh "
Result = Result & Satuan(Right(TeksPuluhan, 1))
'satuan
End If
Puluhan = Result
End Function


'********************************
' Mengubah satuan menjadi teks. *
'********************************
Function Satuan(Digit)
Select Case Val(Digit)
Case 1: Satuan = "satu "
Case 2: Satuan = "dua "
Case 3: Satuan = "tiga "
Case 4: Satuan = "empat "
Case 5: Satuan = "lima "
Case 6: Satuan = "enam "
Case 7: Satuan = "tujuh "
Case 8: Satuan = "delapan "
Case 9: Satuan = "sembilan "
Case Else: Satuan = ""
End Select
End Function

Senin, 21 April 2014

Cara mengakses menu tersembunyi gadget Android

Kalau kamu suka utak-atik smartphone Android pasti kamu butuh tips ini, tapi tips ini cuma buat kamu yang udah PRO yaaa.. yang masih newbie jangan melakukan tips ini, soalnya nanti klo hape nya error trus gak bisa dipakek lagi kamu bakal kelaba’an. Tapi klo cuma hanya sekedar pengen tau boleh aja sih.
Jadi gini, dalam setiap gadget merek apapun pasti pabrikan tempat dimana merek gadget itu dibuat mereka pasti menyertakan kode kombinasi tombol rahasia (ya nggak rahasia-rahasia banget sih) yang jarang diketahui oleh pengguna pada umumnya. Biasanya yang paling mengetahui kombinasi tombol ini adalah tukang service atau gadget freak atau tukang oprek hape.
Nah, mungkin kamu perlu mengetahui beberapa kombinasi tombol rahasia Android ini, namun resiko di tanggung sendiri yah.

Tombol rahasia HTC

Menu ini akan memperbolehkan kamu menutup atau mengaktifkan suatu fungsi tertentu, misalnya seperti menukar gelombang LTE ke 3G yang akan mengurangi penggunaan batere sehingga gadget kamu akan lebih awet. Ini cuma berlaku pada gadget HTC yang sudah mendukung teknologi 4G.
Cara memasuki menu ini ialah dengan menekan pada dialer nomer-nomer ini:
*#*3424#*#
Contoh pilihan menu gelombang LTE > 3G
Contoh pilihan menu gelombang LTE > 3G
Namun tidak hanya itu saja, kamu dapat mencoba beberapa tombol rahasia lainnya seperti di bawah ini:
##3424# (##DIAG#) – Diagnosis
##3282# (##DATA#) -EPST.
##8626337# (##VOCODER#) VOCODER
##33284# (##DEBUG#) – Field trial menu.
##786# (##SVN#) – Reverse Logistics Support.
##7738# (##PREV#) – Protocol Revision.
##775# (##PRL#)
##2539# (##AKEY#)

Tombol rahasia SAMSUNG

Pada gadget Android merk SAMSUNG, kamu dapat mengetahui kualitas hardware dan menganalisa kerusakan piksel atau sering disebut juga dengan Dead Pixel pada screen dengan memilih menu Red, Green & Blue. Fungsi lainnya ialah untuk menguji respon sensor gadget kamu terhadap sentuhan, kamera, speaker dan LED.
Untuk memasuki menu ini kamu dapat menekan tombol ini pada dialer:
*#0* #
Pilihan menu pada gadget Android SAMSUNG
Pilihan menu pada gadget Android SAMSUNG
*Kami telah mencobanya pada model Samsung Galaxy S3 dan seri Galaxy Note 2

Tombol rahasia SONY XPERIA

Dalam gadget merk Sony Xperia juga terdapat beberapa menu tersembunyi. Caranya sama seperti sebelumnya, yaitu menekan kode-kode ini pada dialer kamu:
*#*#7378423#*#*
Susunan menu pada SONY XPERIA
Susunan menu pada SONY XPERIA
Sebenarnya masih banyak kode-kode Android yang lainnya, di bawah ini akan kami tuliskan beberapa kode yang mungkin kamu perlukan:

Kode rahasia gadget Android lainnya :

*#*#4636#*#*
Kode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi menarik tentang telepon dan baterai, diantaranya:
* Informasi Ponsel
* Informasi Battery
* Battery history
* Statistik Pemakaian
*#*#7780#*#*
Kode ini dapat digunakan untuk mereset data, diantaranya:
* Pengaturan akun Google yang tersimpan pada ponsel
* Pengaturan sistem data aplikasi
* Aplikasi yang di download
data yang tidak akan terhapus:
* Sistem Operasi serta paket aplikasi bawaan Android
* Semua data yang ada pada memory card.
*2767*3855#
Kode ini digunakan untuk memformat seluruh system termasuk penyimpanan memori internal. Hal ini juga akan menginstal ulang firmware telepon.
*#*#34971539#*#*
Kode ini digunakan untuk mendapatkan informasi tentang kamera ponsel, diantaranya:
* Update camera firmware pada gambar (jangan anda coba, karena dapat merusak komponen kamera)
* Update camera firmware pada SD card
* Mendapatkan versi camera firmware
* Mendapatkan total update firmware
*#*#7594#*#*
Kode ini dapat digunakan untuk mengubah tombol “End Call atau Power”, jadi jika Anda menekannya lama, maka akan tampil pada layar meminta Anda untuk memilih pilihan dari mode Diam, Airplane mode dan Power off.
*#*#273283*255*663282*#*#*
Kode ini akan membuka layar Berkas salinan untuk membuat file cadangan pada media Anda misalnya Gambar, suara, catatan, video dan suara.
*#*#197328640#*#*
Kode ini dapat digunakan untuk masuk ke modus Service. Dapat menjalankan berbagai tes dan mengubah pengaturan di service mode.
Kode untuk mengetes WLAN, GPS dan Bluetooth
*#*#232339#*#* atau *#*#526#*#* OR *#*#528#*#*
–> Mengetes WLAN (Gunakan tombol “Menu” untuk memulai berbagai tes)
*#*#232338#*#* –> Menampilkan WiFi MAC address
*#*#1472365#*#* –> Mengetes GPS
*#*#1575#*#* –> Mengetes GPS lainnya
*#*#232331#*#* –> Mengetes Bluetooth
*#*#232337#*# –> Menampilkan Bluetooth device

Kode untuk mengetahui informasi versi Firmware
*#*#4986*2650468#*#* –> Mengetahui PDA, Phone, H/W, RFCallDate
*#*#1234#*#* –> Mengetahui PDA dan Ponsel
*#*#1111#*#* –> Mengetahui versi FTA SW
*#*#2222#*#* –> Mengetahui versi FTA HW
*#*#44336#*#* –> Mengetahui PDA, Phone, CSC, Build Time, Changelist number
Kode untuk menampilkan berbagai tes
*#*#0283#*#* –> Packet Loopback
*#*#0*#*#* –> Mengetes LCD
*#*#0673#*#* atau *#*#0289#*#* –> Mengetes Melody atau Nada
*#*#0842#*#* –> Mengetes Device (Vibration dan BackLight)
*#*#2663#*#* –> Mengetahui versi Touch screen
*#*#2664#*#* –> Mengetes Touch screen
*#*#0588#*#* –> Mengetes Proximity sensor
*#*#3264#*#* –> Mengetahui versi RAM
Semua kode di atas telah dicoba pada semua ponsel Android.
Nah, dalam semua fungsi kode yang telah saya sebutkan di atas tidak semua gadget dapat men-support tombol tersebut. Tergantung seri gadget nya. Menu tersembunyi tersebut juga dapat kamu gunakan jika suatu saat kamu berencana membeli gadget 2nd sehingga kamu dapat mengetahui kualitas dari gadget Android yang akan kamu beli tersebut.

Minggu, 13 April 2014

MAKALAH ESTETIKA RUPA


                                                          ESTETIKA RUPA


BAB I PENDAHULUAN1.1
Latar Belakang
    Istilah Estetika baru muncul pada tahun 1750 oleh seorang filsuf minor yang bernama Alexander G. Baumgarten (1714-1762). Istilah itu dipungut dari bahasa Yunani kuno, aisthetika, yang berarti kemampuan melihat lewat penginderaan. Baumgarten menamakan seni itu sebagai pengetahuan sensoris, yang dibedakan dengan logika yang dinamakannya pengetahuan intelektual. Tujuan estetika adalah keindahan, sedangkan tujuan logika adalah kebenaran (Sumardjo, 2000 : 25). Estetika digunakan oleh Alexander Baumgarten dalam arti cabang filsafat sistematis yang menempatkan keindahan dan seni sebagai objek telaahnya. Sejak itu istilah estetika dipakai dalam bahasan filsafat mengenai benda-benda seni. Estetika yang berasal dari bahasa Yunani "aisthetika" berarti hal-hal yang dapat diserap oleh panca indra. Oleh karena itu, estetika sering diartikan sebagai persepsi indra (sense of perception). Alexander Baumgarten (1714- 1762), seorang filsuf jerman adalah yang pertama memperkenalkan kata aisthetika, sebagai penerus pendapat Cottfried Leibniz (1646-1716). Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni. Meskipun awalnya sesuatu yang indah dinilai dari aspek teknis dalam membentuk suatu karya, namun perubahan pola pikir dalam masyarakat akan turut mempengaruhi penilaian terhadap keindahan. Misalnya pada masa romantisme di Perancis, keindahan berarti kemampuan menyajikan sebuah 4 keagungan. Pada masa realisme, keindahan berarti kemampuan menyajikan sesuatu dalam keadaan apa adanya. Pada masa maraknya de Stijl di Belanda, keindahan berarti kemampuan mengkomposisikan warna dan ruang dan kemampuan mengabstraksi benda. Perkembangan lebih lanjut menyadarkan bahwa keindahan tidak selalu memiliki rumusan tertentu. Berkembang sesuai penerimaan masyarakat terhadap ide yang dimunculkan oleh pembuat karya. Karena itulah selalu dikenal dua hal dalam penilaian keindahan, yaitu the beauty, suatu karya yang memang diakui banyak pihak memenuhi standar keindahan dan the ugly, suatu karya yang sama sekali tidak memenuhi standar keindahan dan oleh masyarakat banyak biasanya dinilai buruk, namun jika dipandang dari banyak hal ternyata memperlihatkan keindahan. Keindahan seharusnya sudah dinilai begitu karya seni pertama kali dibuat.
   Filsuf Plato menentukan keindahan dari proporsi, keharmonisan, dan kesatuan. Sementara Aristoteles menilai keindahan datang dari aturan-aturan, kesimetrisan, dan keberadaan.
1.2 Rumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, diperoleh beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
 1. Apa pengertian dari estetika ?
 2. Bagaimana sejarah estetika ?
3. Ada berapa macam teori estetika ?
 4. Apa fungsi dari estetika ?
5. Apa hubungan antara estetika dan arsitektur ?

1.3 Tujuan dan Manfaat Makalah
1.3.1 Tujuan dari makalah ini adalah :
 a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Estetika rupa
 b. Untuk membahas materi kuliah “Estetika”.
 c. Untuk menambah pengetahuan tentang estetika.

1.3.2 Manfaat dari makalah ini adalah :
a. Mengetahui pengertian estetika.
 b. Memperkaya pemikiran tentang estetika.
c. Memahami fungsi – fungsi estetika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari - hari.
d. Mengetahui fungsi estetika pada arsitektur

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Estetika
   Estetika atau yang sering didengar sebuah keindahan mempunyai banyak makna dan arti, setiap orang mempunyai pengertian yang berbeda antara satu dan yang lainnya mengenai arti dan makna estetika. Sebab, setiap orang mempunyai penilaian dan kriteria keindahan yang berbeda-beda.
Berikut pengertian estetika dan lingkupnya dapat dicermati di bawah ini :
 1. Estetika adalah segala sesuatu dan kajian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan seni (Kattsoff, Element of Philosophy, 1953).
2. Estetika merupakan suatu telaah yang berkaitan dengan penciptaan, apresiasi, dan kritik terhadap karya seni dalam konteks keterkaitan seni dengan kegiatan manusia dan peranan seni dalam perubahan dunia (Van Mater Ames, Colliers Encyclopedia, Vol. 1).
 3. Estetika merupakan kajian filsafat keindahan dan juga keburukan (Jerome Stolnitz, Encylopedia of Philoshopy, Vol. 1).
4. Estetika adalah suati ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek yang disebut keindahan (A. A. Djelantik, Estetika Suatu Pengantar, 1999).
5. Estetika adalah segala hal yang berhubungan dengan sifat dasar nilai-nilai nonmoral suatu karya seni (William Haverson, dalam Estetika Terapan, 1989).
6. Estetika merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan proses penciptaan kaya estetis (Jhon Hosper, dalam Estetika Terapan, 1989).
7. Estetika adalah fisafat yang membahas esensi dari totalitas kehidupan estetik dan artisrtik yang sejalan dengnan zaman (Agus Sachari, Estetika Terapan, 1989).

    Estetika mempersoalkan hakikat keindahan alam dan karya seni, sedangkan filsfat seni mempersoalkan hanya karya seni atau benda seni, atau artifak yang disebut seni (Jakob Sumarjo, Filsafat Seni, 2000).

2.2 Sejarah Estetika Pengertian estetika dari suatu masa ke masa yang lain selalu mengalami perubahan.
   Beberapa pemikir estetika yang terkenal antara lain adalah Aristoteles dan Immanuel Kant. Aristoteles dalam Poetics menyatakan bahwa sesuatu dinyatakan indah karena mengikuti aturan-aturan (order), dan memiliki magnitude atau memiliki daya tarik. Immanuel Kant dalam The Critique of Judgement (1790) yang dikutip oleh Porphyrios (1991) menyatakan bahwa suatu ide estetik adalah representasi dari imajinasi yang digabungkan dengan konsep-konsep tertentu. Kant menyatakan adanya dua jenis keindahan yaitu keindahan natural dan keindahan dependen. Keindahan natural adalah keindahan alam, yang indah dalam dirinya sendiri, sementara keindahan dependen merupakan keindahan dari objek-objek ciptaan manusia yang dinilai berdasarkan konsep atau kegunaan tertentu.
Kedua pendapat tersebut di atas menunjukkan perhatian yang besar pada objek, di mana keindahan didapatkan karena suatu objek memiliki karakter tertentu sehingga layak untuk dinyatakan sebagai indah.
    Perhatian yang besar terhadap objek dalam pemikiran tentang estetika tersebut memberikan pengaruh pada arsitektur. Pengaruh tersebut mengakibatkan munculnya aturan-aturan sebagai patokan untuk menyatakan keindahan suatu bangunan. Alberti yang hidup pada masa Renaissance, dalam Ten Books on Architecture menyatakan bahwa keindahan suatu bangunan ditentukan oleh beberapa faktor (Porphyrios, 1991) seperti jumlah komponen (number) misalnya jumlah kolom, pelubangan dan sebagainya yang dinyatakan harus meniru alam, congruity, yaitu bagaimana menempatkan suatu komponen untuk membentuk keindahan secara keseluruhan, finishing dan collocation. Pada intinya Alberti menyatakan sesuatu disebut indah karena meniru alam, dalam hal ini bukan hanya alam secara fisik, tetapi juga hukum-hukum alam. Hal ini dapat dilihat pada kolom-kolom Yunani yang berbentukmengecil ke atas, yang dianggap sesuai dengan hukum alam. Alberti bukanlahsatu-satunya orang yang mencetuskan standar dalam estetika arsitektur.Andrea Palladio dan Brunelleschi juga banyak memberikan kontribusi bagistandar estetika dalam arsitektur masa Renaissance. Kebanyakan aturan-aturanyang berlaku pada masa tersebut menyebutkan aturan proporsi dalam angka-angka. Golden section merupakan salah satu aturan proporsi dalam angkayang banyak digunakan dan dianggap sebagai representasi dari alam padasekitar abad ke-18.
   Aturan-aturan yang populer pada masa setelah Renaissance dijiwaioleh semangat akan perkembangan sains. Perez-Gomez dalam Architectureand The Crisis of Modern Science (1990) menyatakan bahwa terdapat duatransformasi yang menjadi penyebab hal tersebut di atas, yaitu revolusiGalileo yang menggantikan kosmologi Renaissance dengan sains yang bersifatuniversal, serta transformasi kedua yang berlangsung pada tahun 1800 yangsemakin memantapkan sains sebagai satu-satunya cara melakukan interpretasiterhadap realitas.
   Karena itu estetika yang digunakan dalam arsitektur menjadiestetika yang bersifat matematis. Proporsi yang matematis dan geometrimendominasi konsep estetika pada masa tersebut. Penggunaan geometri dan angka dalam arsitektur terus berlangsunghingga awal abad ke-20 saat berkembangnya Arsitektur Modern. Pada masaArsitektur Modern, proporsi golden section diadaptasi oleh Le Corbusierdalam teori Modulornya. Perbedaannya dengan penggunaan geometri danangka pada masa sebelumnya adalah bahwa dalam Arsitektur Modern,pengaruh geometri dan angka berakibat pada tujuan penataan ruang yangsemata-mata untuk alasan efisiensi dan ekonomi. Perez-Gomez (1990)menyatakan bahwa paradigma efisiensi dan ekonomi dalam ArsitekturModern merupakan akibat dari pendekatan rasional absolut sehingga arsitekturdireduksi hanya sebagai teori yang rasional dengan menolakketerhubungannya dengan filosofi dan kosmologi.
   Selain mendasarkan diri pada perhitungan rasional, Arsitektur modernmerupakan suatu bentuk arsitektur yang mengidekan suatu universalitas danobjektivitas. Hal ini merupakan konsekuensi dari konsep yang hanyadidasarkan pada objek semata. Berdasarkan pada objek dan meniadakankemungkinan subjektif dengan meniadakan faktor pengamat berarti mencarisesuatu yang objektif dan universal, dapat dilihat hubungan erat antaraArsitektur Modern dengan arsitektur masa Renaissance yang tumbuh dalammasa euforia terhadap sains dan pemikiran rasional, yakni bersifat objektif danuniversal.
   Perkembangan filsafat fenomenologi pada masa awal abad keduapuluh yang mengkritisi pendekatan matematis dari modernisme kemudianmembawa suatu pendekatan baru dalam estetika. Dalam fenomenologi,perhatian lebih diarahkan kepada keberadaan subjek yang mempersepsi objekdari pada kepada objek itu sendiri. Dengan kata lain hal ini dapat dikatakansebagai membuka kemungkinan adanya subjektivitas. Hal ini menimbulkankesadaran akan adanya konteks ruang dan waktu, bahwa pengamat dari tempatyang berbeda akan memiliki standar penilaian yang berbeda, dan begitu puladengan pengamat dari konteks waktu yang berbeda. Pemikiran inilah yangkemudian akan berkembang menjadi postmodernisme. Terbukanyakemungkinan untuk bersifat subjektif memberi jalan bagi keberagaman dalamestetika, dan memberikan banyak pengaruh pada arsitektur. Wajah arsitektur yang semakin beragam dan semakin kompleks, tidakseperti wajah Arsitektur Modern yang selalu polos. Ide akan kompleksitasdalam arsitektur pertama kali dicetuskan oleh Robert Venturi dari Amerikadalam bukunya Complexity and Contradiction in Architecture (1962) yangkemudian mengawali post modernisme dalam arsitektur. Dalam buku tersebutterlihat adanya pergeseran estetika yang sangat besar. Venturi mendukungpenggunaan kompleksitas dan kontradiksi dalam arsitektur dan mencanangkanslogan less is bore yang merupakan penyerangannya terhadap slogan less ismore dari Arsitektur Modern. Dengan terbukanya subjektivitas, maka timbulkecenderungan untuk memberikan identitas pada arsitektur, baik berupa identitas pemilik ataupun identitas si arsitek. Akibat dari kecenderungan ini, terjadilah fenomena berlomba-lomba untuk membuat monumen-monumen yang dipergunakan untuk menunjukkan jati diri. Pada titik ini terjadi tumpang- tindih antara estetika dengan simbolisme, karena estetika dipergunakan sebagai sarana untuk menunjukkan identitas. Ide ini bukanlah ide baru, karena arsitektur pada masa sebelum masa Arsitektur Modern juga telah banyak menggunakannya, akan tetapi yang terjadi pada postmodernisme adalah pluralisme yang berlebihan karena setiap individu berusaha untuk memiliki jati diri sendiri (Piliang, 1998). Adanya kesadaran akan kontekstualitas membuka pikiran akan tidak adanya universalitas dan objektivitas. Hal ini menuju pada pengakuan akan adanya (pengetahuan) konsep estetika arsitektur lain di luar arsitektur barat. Akibatnya terjadi perkembangan ilmu estetika arsitektur yang merambah ke arsitektur selain Barat yang sebelumnya dianggap sebagai oriental, termasuk juga arsitektur di Indonesia.
2.2.1 Sejarah Estetika
   Di Indonesia Yuswadi Saliya (1999) menyatakan adanya empat ciri arsitektur tradisional di Indonesia, yaitu pertama, semuanya sarat dengan makna simbolik, kedua, rumah menjadi simpul generasi masa lalu dengan generasi masa datang, ketiga pemenuhan kebutuhan spiritual lebih diutamakan dari pada kebutuhan badani, keempat, dikenalnya konsep teritorialitas dan kemudian mengejawantah menjadi batas. Ciri pertama dan kedua menunjukkan adanya kosmologi dan orientasi non badaniah, dan karena spiritual-lah yang diutamakan, maka kebutuhan badaniah cenderung akan dikorbankan demi kepentingan spiritual. Dalam hal ini manusia merupakan pihak yang harus melakukan penyesuaian diri terhadap bentukan arsitektur (Soemardjan, 1983). Orientasi terhadap kosmologi ini masih banyak dijumpai di Indonesia hingga masa kini, terutama pada arsitektur tradisional. Hal ini bukan berarti bahwa semua arsitektur di Indonesia berorientasi pada kosmologi. Indonesia tidak terlepas dari pengaruh globalisasi. Pemikiran akan universalitas dan objektivitas Arsitektur Modern juga melanda arsitektur Indonesia. Seperti juga di Barat, fenomena arsitektur yang polos, tanpa ornamen dan tanpa konteks juga terjadi di Indonesia. Seperti juga arus modernisme, arus Postmodernisme juga melanda Indonesia. Sebagai akibatnya, terjadi kesadaran akan konteks dan perlunya identitas. Hadirnya Arsitektur Modern dan Postmodern secara bersamaan dengan (masih) hadirnya arsitektur tradisional menunjukkan adanya dualisme dalam arsitektur Indonesia. Arsitektur Modern dan Postmodern menunjukkan arsitektur yang berorientas pada kebutuhan badaniah manusia, sementara arsitektur tradisional Indonesia berorientasi kepada kosmologi dan spiritual.
2.2.2 Estetika dalam Arsitektur
   Estetika adalah sebuah bahasa visual, yang tidak sama dengan beberapa bahasa estetika yang tidak visual, seperti bahasa itu sendiri. Estetika dalam arsitektur memiliki banyak sangkut paut dengan segala yang visual seperti permukaan, volume, massa, elemen garis,dan sebagainya, termasuk berbagai order harmoni, seperti komposisi. Teori Estetika Subyektif Menurut Herbert Read teori subyektif menyatakan bahwa sesungguhnya yang menyatakan ciri-ciri yang menimbulkan keindahan adalah tidak ada. Yang ada hanyalah tanggapan persaaan dalam diri seseorang dalam mengamati sesuatu benda. Keindahan memang subyektif, dalam diri setiap orang, pendapat tentang nilai estetika sebuah bangunan dipengaruhi oleh berbagai hal, antara lain subyektifitas diri sendiri. Sensasi hanya dimungkinkan bila fungsi biologis tubuh yang berkaitan dengan fungsi sensasi dan persepsi dalam keadaan normal; misalnya mata bisa melihat, hidung bisa mencium, pikiran dalam keadaan normal/perseptif. Mampukah suatu obyek menggairahkan limbic dalam otak sehingga merasa adanya kenikmatan saat berkontak dengan sebuah obyek arsitektural. Kenikmatan yang didapatkan itu menjadikan otak mengatakan sesuatu itu indah.  
2.3 Teori Estetika Teori Estetika pada dasarnya dapat dibagi menjadi 3, yaitu :
1. Teori Estetik Formil Banyak berhubungan dengan seni klasik dan pemikiran-pemikiran klasik.
    Teori ini menyatakan bahwa keindahan luar bangunan menyangkut persoalan bentuk dan warna. Teori beranggapan bahwa keindahan merupakan hasil formil dari ketinggian, lebar, ukuran (dimensi) dan warna. Rasa indah merupakan emosi langsung yang diakibatkan oleh bentuk tanpa memandang konsep-konsep lain. Teori ini menuntut konsep ideal yang absolut yang dituju oleh bentuk-bentuk indah, mengarah pada mistik.


2. Teori Estetik Ekspresionis
   Teori menyebutkan bahwa keindahan tidak selalu terjelma dari bentuknya tetapi dari maksud dan tujuan atau ekspresinya. Teori ini beranggapan bahwa keindahan karya seni terutama tergantung pada apa yang diekspresikannya. Dalam arsitektur keindahan dihasilkan oleh ekspresi yang paling sempurna antara kekuatan gaya tarik dan kekuatan bahan (material). Kini anggapan dasar utama keindahan arsitektur adalah ekspresi fungsi atau kegunaan suatu bangunan.
 3. Teori Estetik Psikologis Menurut Teori ini keindahan mempunyai 3 aspek :
 a. Keindahan dalam arsitektur merupakan irama yang sederhana dan mudah. Dalam arsitektur pengamat merasa dirinya mengerjakan apa yang dilakukan bangunan dengan cara sederhana, mudah dan luwes.
b. Keindahan merupakan akibat dari emosi yang hanya dapat diperlihatkan dengan prosedur Psikoanalistik. Karya seni mendapat kekuatan keindahannya dari reaksi yang berbeda secara keseluruhan.
c. Keindahan merupakan akibat rasa kepuasan si pengamat sendiri terhadap obyek yang dilihatnya. Ketiga teori ini merupakan manifestasi untuk menerangkan keindahan dari macam-macam sudut pandang secara mistik, emosional atau ilmiah. intelektual.
   Teori yang kemudian muncul, seperti dikutip Maryono (1982- 81) antara lain adalah teori keindahan Obyektif dan Subyektif. Teori Obyektif berpendapat bahwa keindahan adalah sifat (kualitas) yang melekat pada obyek. Teori Subyektif mengemukakan bahwa keindahan hanyalah tanggapan perasaan pengamat dan tergantung pada persepsi pengamat. Teori keindahan secara umum menurut dasar pemikiran Timur, seperti diuraikan Sachari (1988 : 29-33), antara lain didasarkan pada hubungan alam dengan semesta (Taoisme), manusia dengan masyarakat (Konfusianisme), hubungan manusia dengan yang mutlak (Budhisme). Keseimbangan alam merupakan ukuran keindahan menurut pemikiran Timur.

2.4 Fungsi Estetika
    Di zaman modern, perkembangan seni semakin tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia. Pada seni yang berdaya guna dalam kehidupan mereka, bahkan seni menduduki fungsi-fungsi tertentu dalam kehidupan manusia. Nilai dapat di bedakan atas dua macam yaitu nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik. Nilai ekstrinsik ialah nilai yang di kejar manusia demi sesuatu tujuan yang ada di luar kegiatananya, sedangakan nilai instrinsik yaitu nilai yang di kejar manusia dari nilai itu sendiri karena keberhargaan, keunggualan atau kebaikan yang terdapat pada seni itu sendiri.
1.      Fungsi Kerohanian (Spiritual)
     Seni di pandang memiliki fungsi kerohanian (spiritual) karena banyak dimanfaatkan sebagai media bagi manusia untuk mendekatkan diri denagn sang pencipta. Fungsi ini tampaknya yang tertua dan pokok dari seni yang bercorak spiritual. Misalnya seperti membaca Al-Quran, kaligrafi, nyanyian rohani, arsitektur Masjid dll. Karl Barth berpendapat bahwa sumber keindahan adalah Tuhan. Agama sering dijadikan juga sebagai salah satu sumber inspirasi seni yang berfungsi untuk kepentingan keagamaan. Pengalaman-pengalaman religi tersebut tergambarkan dalam 14 bentuk nilai estetika. Banyak media yang mereka pergunakan. Ada yang memakai suara, gerak, visual dsb. Contoh: Kaligrafi arab, makam, relief candi, gereja dsb.
2.      Fungsi Kesenangan
     Seni di pandang memiliki fungsi kesenangan hanya untuk kesenangan yaitu hiburan (peluapan emosi yang menyenangakan). Seorang seniaman akan akan terhibur ketika berkarya dan akan lebih merasa terhibur jika karyanya dinyatakan berhasil. Demikian seseorang akan merasa terhibur jika mendengarkan musik, film yang bagus, lukisan yang menyentuh perasaan. Dan semuanya kembali kepada sejaauh mana apresiasi seseorang terhadap karya seni.
3.      Funsi Pendidikan
    Seni di pandang memiliki fungsi pendidikan karena dapat meningkat potensialitas manusia seperti keterampilan, kreatifitas, emosionalitas dan sensibilitas (kepekaan). Beberapa seni lukis misalnya dapat meningkatkan keterampilan tangan ketajaman penglihatan, daya khayal sehingga menjadi lebih kreatif. Peningkatan karya seni dapat mengasah perasaan sesseorang sehingga menjadi lebih sensitif, sensibilitasnya meningkat, serta penyerapan panca inderanya lebih lengkap, upaya pendidikan yang sudah umum di lakukan agar menyenangkan dalam seni contohnya seperti drama yang di aplikasikan dalam pelajaran sejarah, menyanyi dan bermain musik. Sedangakan pendidikan nonformal dapat dilakukan oleh pemerintah melalui film, lagu, atau wayang. Pendidikan dalam arti luas dimengerti sebagai suatu kondisi tertentu yang memungkinkan terjadinya transformasi dan kegiatan sehingga mengakibatkan seseorang mengalami suatu kondisi tertentu yang lebih maju. Dalam sebuah pertunjukan seni orang sering mendapatkan pendidikan secara tidak langsung karena di dalam setiap karya seni pasti ada pesan/makna yang sampaikan. Disadari atau tidak rangsangan- rangsangan yang ditimbulkan oleh seni merupakan alat pendidikan bagi 15 seseorang. Seni bermanfaat untuk membimbing dan mendidik mental dan tingkah laku seseorang supaya berubah kepada kondisi yang lebih baik- maju dari sebelumnya. Disinilah seni harus disadari menumbukan pengalaman estetika dan etika.
4.      Fungsi Komunikatif
   Seni di pandang memiliki fungsi komunikatif karena dapat menghubungkan pikiran seseorang dengan orang lain. Orang usia lanjut dan orang muda dapat bertemu melalui seni. Pria dan wanita dapat berhubungan pada landasan yang sama berupa karya seni bahkan orang- orang (seniman) yang hidup berabad-abad yang lampau dan di tempat yang ribuan kilometerr jauhnya dapat berkomunikasi dengan orang-orang sekarang melalui karya seni yang di tinggalkan. 








BAB III PENUTUP
 3.1 Kesimpulan
 Setelah memperhatikan isi dari pembahasan di atas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
 1. Estetika adalah ilmu yang membahas tentang keindahan, estetika disebut juga dengan filsafat keindahan (philosophy of beauty), yang berasal dari kata aisthetika atau aesthesis (Yunani) yang artinya hal-hal yang dapat dicerap dengan indera atau cerapan indera.
2. Estetika membahas hal yang berkaitan dengan refleksi kritis terhadap nilai-nilai atas sesuatu yang disebut indah atau tidak indah. Dan keindahan meliputi: keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual. Keindahan secara murni, menyangkut pengalaman esotis seseorang dalam kaitannya dengan sesuatu yang dihayatinya. Sedangkan keindahan secara sempit menyangkut benda-benda yang dihayatinya melalui indera.
3. Teori estetika dibagi menjadi 3 yaitu: teori estetik formil, teori estetik ekspresionis, teori estetik psikologis.
4. Funsi seni terhadap kehidupan ada 4 yaitu: fungsi kerohanian (spiritual), kesenagan, pendidikan dan komunikatif.A. Saran Dari pengertian estetika di atas dapat dipahami bahwa keindahan tidak hanya terbatas pada seni dan alam tapi juga pada moral dan intelektual. Pemahaman tentang estetika secara benar dapat memberikan arahan untuk bersosialisasi dengan penuh ekspresi, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.




DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Estetika (diakses pada 07/10/2012)http://www.scribd.com/doc/92913874/teori-ESTETIKA (diakses pada 07/10/2012)http://ulax.wordpress.com/2009/04/30/sejarah-estetika/ (diakses pada 7/10/2012)http://dpi476diana.wordpress.com/landasan-teori/a-teori-estetika/ (diakses pada07/10/2012)http://senismasantupetrus.blogspot.com/2010/05/fungsi-seni.html (diakses pada07/10/2012)http://www.docstoc.com/docs/13177111/estetika-dan-keindahan (diakses pada07/10/2012)http://id.shvoong.com/humanities/arts/2280722-pengertian-estetika/ (diakses pada07/10/2012)http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2140529-defenisi-estetika/(diakses pada 07/10/2012) 18 

---------Sekian makalah jadi dari saya, kalau butuh silahkan copas aja ke word--------

Sabtu, 27 Juli 2013

Desain Rumah Tipe 70

DESAIN RUMAH TIPE 70

Gambar1
*rencana kap dan plafond*


Gambar 2
*Denah*

 Gambar 3
* detail pondasi*


 Gambar 4
*rencana kusen*

 Gambar 5
*kuda-kuda detail*



 Gambar 6
*potongan*  


 gambar 7
*tampak*


 MAKET













bh